Wahai Sahabat Sungguh Engkau Tidak Sendirian

 #FGQMuslimahClass 

Senin, 26 Desember 2022


Pemateri: Ustadzah Aulia Musla Mustika,  M. Pd


Bismillaahrrohmaanirrrohiim


Walhamdulillahirobbil 'alamin


Walhamdulillahi bini'matihi tatimmus shoolihaat


Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala Yang telah melimpahkan banyak sekali nikmat, banyak sekali kebaikan, banyak sekali rahmat, banyak sekali barokah. 


Jika ada 100 bagian yang Allah berikan kepada hambaNya, maka satu bagiannya adalah rahmat, rahmat adalah kasih, rahmat adalah bentuk pemberian Allah kepada makhluknya tanpa pengecualian, sekalipun dia tidak beriman. 


Tapi, jika satu bagian nya itu rahmat, maka yang 99 bagian nya itu adalah rahim, apa itu rahim? Rahim adalah sayang, adalah pemberian yang khusus diberikan Allah kepada makhluknya yang taat, yang bertakwa. 


Maka jangan pernah berpuas ketika kita hanya mendapatkan rahmat Allah saja,  kasih dari Allah saja,  tapi kita harus mencari rahim-Nya juga yaitu sayangnya Allah kepada makhlukNya yang dikhususkan untuk makhlukNya yg tertentu saja. 


Shalawat serta salam tidak lupa pula kita sanjung agungkan kepada Rasulullah shollalla alaihi wa shohbihi wa sallam yang katanya kita rindu, katanya kita ingin bertemu, katanya kita juga mengharapkan syafaat di yaumil qiyamah, tapi apakah sudah kita berikhtiar, apakah sudah kita mengusahakan, apakah sudah kita memantaskan diri untuk mendapatkan kesempatan untuk bertemu, untuk mendapatkan syafaat tersebut? 


Semoga dalam keadaan apapun, kondisi sepayah apapun, kita adalah ummat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alayhi wa sallam yang senantiasa mengusahakan yang terbaik, mengusahakan sampai titik batas optimal kita, sampai kita tidak bisa berlari lagi untuk menuju kepada Allah dan Rasul Nya. 


Sahabat Al-Qur'an, kita harus mengingat bahwa kita tidak sendirian, pernah gak teman2 berpikir bahwa hidup kita, hari2 kita rasanya sangat berat, rasanya penuh dengan ujian, rasanya pernuh dengan kesulitan, maka jangan lupa bahwa kesulitan itu, ujian itu, hari2 yang berat itu, tidak hanya dirasakan oleh kita sendiri, tapi juga orang2 terdahulu sebelum kita, Rasul Shollallahu 'alayhi wa sallam,  di tahun2 beratnya berdakwah, tahun ke-10an setelah bi'sah atau kenabian, Beliau sudah mentok, sudah tidak memiliki jalan lagi, rasanya segala sesuatu sudah tidak bisa diusahakan. 


Orang2 Quraisy sudah memboikot makanan mereka, perdagangan mereka, jalur2 yang biasanya mereka lalui untuk menafkahi keluarga atau untuk melakukan aktivitas keseharian, tidak ada lagi juga harapan dari orang2 Quraisy untuk bertambah beriman, kemudian siksaan atas orang2 yang beriman dari orang kafir Quraisy juga sangat berat, kemudian ditinggalkan pula oleh istri kesayangannya, Khadijah Rhadiyallahu 'Anha,  juga oleh pamannya,  Abu Thalib yang kemudian dihibur oleh Allah melalui Isra' Mi'raj, namun bukan Isra miraj nya yang kita bahas, tapi momen Allah menurunkan surah Yusuf,  surah yang berisi tentang Nabi Musa, ketika Allah menurunkan Surah yang berkisah tentang Nabi Nuh,  bahwasanya beratnya perjuangan Rasul Shallallahu 'Alayhi was Sallam, sebetulnya juga pernah dirasakan orang-orang terdahulu, contohnya adalah Nabi Yusuf, Nabi Musa,  dan Nabi Nuh. 


Nabi Yusuf adalah sosok yang Allah berikan ujian, bahkan ujiannya itu dirasakan beliau dari masih sejak sangat kecil, masih di usia anak bermain, tapi karena atas rasa iri mereka yang diberikan oleh ayahnya yaitu Ya'qub 'Alayhis Salam, masih kecil dia dibuang, bahkan dia hendak dibunuh, tapi akhirnya oleh kakanya kemudian dibuang ke sumur,  bertemu dengan orang berharap diselamatkan ternyata justru dijual, sudah dibeli oleh tuannya berharap bisa mendapatkan kehidupan yang layak ternyata justru menjadi ujian karena ketampanannya, dijebloskan lagi ke penjara karena fitnah yang diberikan oleh istri imroatul Aziz. Imrotul Aziz itu istrinya pemuka kota atau mungkin pemerintah kota di masa itu, kemudian dipenjara juga bertemu teman kemudian menakwilkan mimpinya ternyata ketika sudah keluar dari penjara ternyata temannya lupa untuk menyelamatkan Yusuf dan bertahun-tahun Yusuf menunggu lagi sampai ketemu, itu pun ingat tapi ingatnya juga untuk memperalat Yusuf maksudnya memanfaatkan keahliannya Yusuf Alaihissalam


Sudah dia mendapatkan posisi yang baik karena dia berhasil menaklukan seorang raja Mesir kemudian diangkatlah dia menjadi ahli perbendaharaan negara, ternyata belum selesai ujiannya, adalah dia harus berjumpa lagi dengan orang yang dahulu pernah hampir membunuhnya 


Kisah ini dituliskan lengkap dalam satu surat yang dalam surat tersebut kisahnya tidak terputus, jika kita membaca di Alquran surat tentang kisah Nabi Musa itu ada di berbagai surat dan ada dalam beberapa kisah maka Surat Yusuf itu dituliskan hanya dalam satu surat saja 


Bahkan sahabat Radhiyallahu anhum berkata bahwa ketika mereka merasa hidup mereka sangat berat ketika mereka merasa bahwa hari-hari mereka sudah sangat sulit maka mereka membaca Surah Yusuf


Maka, ketika hari ini barangkali kita berpikir tentang kenapa sulit sekali untuk keluar dari kesulitan, kenapa sulit sekali untuk menaklukkan kemalasan diri, kenapa sulit sekali misalkan bertemu dengan jodoh yang baik, mengapa sulit sekali untuk bisa makmur dalam finansial bebas dari utang dan sebagainya dan sebagainya... 


Maka sungguh itu juga pernah dirasakan oleh orang-orang terdahulu.


Jadi ingatlah bahwa kita tidak sendirian, kita bukanlah satu-satunya hamba yang  terpuruk di dunia, kita bukanlah satu-satunya hamba yang diuji Allah dengan ujian yang sangat berat. 


Ingat! kita tidak sendirian... 


Kalau teman2 ingat bahwasanya,"Dunia adalah neraka bagi orang beriman" tapi akhirat nanti,  di surga nanti itu adalah kenikmatan yang kekal, kenikmatan yang jauh lebih nikmat dibandingkan dengan kenikmatan yang pernah kita rasakan di dunia maka kita hanya perlu berhusnudzon kepada Allah saja kita hanya perlu berhusnudzon bahwasanya setiap episode hidup kita sekalipun itu sulit sekalipun itu berat itu adalah bagian dari  cara Allah untuk menunjukkan kasih sayangnya. 


Barangkali dengan nikmat kita tidak mau menengadahkan tangan. Barangkali dengan nikmat kita lupa untuk memperbanyak ibadah. Barangkali dengan nikmat kita lupa bahwa kita tidak bisa hidup kecuali atas Qhada dan QodarNya Allah. 


Maka seringkali bentuk kasih sayangnya itu adalah dengan sebuah ujian, yang dengan ujian tersebut barangkali sholat kita jadi lebih khusyuk, bacaan Alquran kita jadi lebih banyak,   puasa kita jadi lebih ikhlas dan shodaqoh kita juga jadi lebih lagi dibandingkan dengan shodaqoh di hari-hari yang biasa


Barangkali dengan ujian Allah ingin menunjukkan bahwa nggak papa segini aja di dunia itu nggak apa-apa karena nanti engkau akan Aku beri balasan yang jauh lebih banyak dan jauh lebih nikmat di akhirat  


Jangan berputus asa dari rahmat Allah 

Jangan berputus asa dari pertolongan Allah


Sungguh Allah mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila orang tersebut berdoa kepadaNya, dan karenanya kita memang harus memenuhi perintahnya, harus beriman harus beriman padanya


Jangan berputus asa, jangan mudah menyerah, karena sungguh ini belum seberapa jika dibandingkan dengan cobaan orang-orang beriman di masa lalu, ini belum seberapa dibandingkan dengan apa-apa yang Allah sediakan sebagai balasan atas kesabaran kita, atas keteguhan kita melalui kesulitan dan ujian-ujian ini, barangkali ada pula yang diuji dengan kesenangan, diuji dengan kelapangan, diuji dengan kesehatan, bahwa ujian itu bukan hanya untuk rasa sakit bukan hanya untuk rasa sulit bukan hanya untuk rasa berat di pundak dan di punggung, tapi juga ketika seseorang tersebut dalam kondisi yang lapang   


Lapang hati, lapang pikiran, lapang secara fisik bukan berarti dia terlepas dari ujian barangkali dalam kondisi lapang tersebut Allah juga sedang menguji apakah kita akan bersyukur Apakah kita akan bisa tetap bertafakur atas nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita


Ingatlah bahwa bahwa orang yang makan kemudian dia bersyukur maka balasannya sama seperti orang yang berpuasa namun dia bersabar dalam kondisi lapang kita bersyukur    dan tidak kondisi seorang muslim kecuali hanyalah kebaikan karena dua senjata tersebut, saat mendapatkan Kebaikan dia bersyukur saat sempit saat sulit dia bersabar  


Cukup insya Allah yang bisa disampaikan hari ini, mungkin tidak terlalu panjang tapi semoga yang sedikit ini bisa menjadi bagian dari tafakur kita bagian dari Muhasabah diri bagian dari perenungan hari-hari bahwasanya tidak ada menit detik kita terlewati kecuali ada campur tangan Allah di sana   


Wassalaam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat Untuk Penghafal Al-Qur'an