Tentang At-Takatsur
"Kalian kalau sholat, baca Surah At-Takatsur itu karena surahnya pendek, atau karena mendalami maknanya?"
#jleb!
Kurang lebih begitu pertanyaan Ustadzah Aulia pada acara pembukaan Tasmi' Periode Ke 4 @forumgenerasiqurani. Waktu itu acaranya ada yang offline berupa Mabit Camp di wilayah Lampung, dan ada juga yang online untuk peserta di luar Lampung. Aku salah satu peserta onlinenya.
Mendengar pertanyaan Ustadzah walau via zoom tapi berasa banget tamparannya. Selama ini kita baca surah di dalam sholat itu apakah karena durasinya yang pendek atau memang kita memaknai ayat tersebut? Boro-boro At-takatsur, Ustadzah.... Baca Qulhu aja cepetnya minta ampun, jawabku dalam hati.
"Arti dari At-Takatsur itu kalau kita lihat terjemahan di Qur'an adalah bermegah-megahan," sambung Ustadzah.
Oh iya ini mah aku tau kalau terjemahannya, tapi buat apa kita bahas At-Takatsur di suasana Tasmi' seperti ini? Apa hubungannya? Jiwa kepo ku mulai beraksi.
"Terjemahan bermegah-megahan itu relate dengan keadaan dulu pada saat Rasulullah yaitu banyaknya orang yang bermegah-megahan soal harta, orang-orang berlomba-lomba dalam hal jumlah, dalam hal kuantitas, bukan pada kualitas, dan surah itu pun masih relate dengan zaman sekarang, karena memang Al-Qur'an itu akan selalu relate dengan keadaan kita sampai kapanpun," lanjut Ustadzah.
Kepalaku mencoba mengangguk mencerna setiap kata yang Ustadzah sampaikan.
"Coba kita lihat sekarang, orang-orang berlomba-lomba memperbanyak follower media sosialnya, siapa yang follower nya lebih dari 1.000, angkat tangan!" Pinta Ustadzah.
Aku yang mengingat2 follower ig pribadi yang cuma 700an udah mulai menyimpan tanganku dalam-dalam. E tapi, follower ig olshop ku udah 2.000an, angkat tangan aja kali yak? E tapi lagi kan aku mah ikut acara via online, mana kameranya di mati-in, ya siapa juga yang ngeliat aku ngacung 😅, tembok? Wakwak
"Pertanyaannya adalah, bukan seberapa banyak follower kita tapi seberapa banyak kah manfaat yang kita berikan untuk follower kita?" Lanjut Ustadzah
#Jleb(2)
Masya Allah, lagi2 tersadarkan dengan kebermanfaatan diri ini di dunia, di dunia nyata aja manfaatnya masih sedikit, ditambah dengan dunia maya yang hanya menampilkan pencitraan dan minim kebermanfaatan, mau mewariskan apa nanti kita jika sudah tiada? Otakku mulai mengidap overthinking. Ke-overthinking-an ini pula lah yang membuat aku berniat nge make over akun ig ku, hal2 yang agak kurang bermanfaat aku coba arsipkan, dan mengazamkan diri untuk posting hal2 yang bermanfaat saja.
"Begitu juga dengan tasmi'," sambung Ustadzah.
Nah ini dia yang aku tanyakan dari tadi, apa hubungannya At-takatsur dengan suasana Tasmi' seperti ini?"
"Kita tasmi' itu bukan untuk At-takatsur atau berlomba-lomba siapa yang paling banyak juz nya, tapi nanti di akhirat kita ditanya sudah seberapa banyak yang sudah diamalkan dari hafalan kita?" Tegas Ustadzah.
#jleb (3)
Ya Allah, ini tamparan ketiga kalinya di acara pembukaan kali ini. Kata-kata Ustadzah benar2 membuat sadar bahwa bukan banyak juz hafalannya yang kita kejar, tapi pengamalannya nanti yang akan dipertanggungjawabkan.
Tentunya dengan tidak mengurangi semangat kita untuk menambah hafalan, tapi justru semakin semangat menghafalkan.
Tambah hafalan, tambah Amalan
Masya Allah, semoga kita termasuk dalam orang2 yang lurus niat nya dalam menghafal Qur'an, yang tidak untuk berbangga2 dalam hal banyaknya juz yg kita hafal, tapi ikhlas semata Lillahi Ta'ala kita memperbanyak hafalan sekaligus memperbanyak amalan
Aamiin 🤲🥰
Komentar
Posting Komentar